aku nggak habis pikir, dan nggak ngerti, gimana caranya orang bisa melakukan sesuatu ketika sedang menunggu.
menunggu itu menyebalkan, jadi bagaimana bisa ketika kita sedang sebal seperti itu malahan melakukan kegiatan lain? yang ada juga,,, jadinya kita resah gak karuan, gak konsen, glibegan gak jelas sendiri.
waktu itu pernah aku coba, lagi di dalem kereta ke yurakucho, nunggu sampe sana-nya lama bwanget, 11 eki (kurang lebih) jadinya aku coba baca buku yg baru aku beli di kinokuniya shinjuku beberapa hari sebelumnya. Satu...dua...tiga halaman... aaaaarghh...gimana bisa lagi resah gak sabar gini, malah baca. walhasil gak masuk blas de, tu cerita novelnya.
anata wo matteru yoooo...
whuihhh~ pas banget. lagu favorit saat ini...
i think i have to be more patient from now on. walo harus dengan perasaan mendidih di kepala. *he? perasaan kok di kepala?* wasyw~ mbuh
we are what we repeatedly do. excellence then, is not an act, but habits.
(aristotle)